durian.
saya suka durian.
bukan hanya karena rasa,
tapi karena durian keren.
durian keren karena :
ia gagah, ia jatuh dari pohon yang tinggi.
ia berduri tapi masih dicari.
ia dapat membunuh. seseorang pernah meninggal karena ia makan durian sembari meminum minuman beralkohol yang kadarnya tinggi. seseorang juga pernah meninggal karena kejatuhan buah durian.
ia begitu berbahaya tapi masih disukai.
dari tampilan luar ia begitu menakutkan.
buah didalamnya juga hampir tak berbentuk, jemek-jemek gimana gitu.
tapi ia masih saja digemari.
pantas saja ia disebut si raja buah.
Semua Bisa Bicara
Sabtu, 31 Juli 2010
spirited away
saya baru aja nonton film Spirited away.
ya, saya tau, saya kampungan.
saya baru nonton sekarang.
jadi,
film ini bagus sekali.
film kartun memang.
tapi bagus.
ceritanya,
intinya,
tentang sebuah keluarga yg terdiri dari ayah, ibu dan anak yang tersesat didunia arwah.
si ayah dan si ibu memakan makanan disana dengan rakusnya, sehingga mereka disihir menjadi sepasang babi oleh penyihir penguasa dunia itu. iya, B.A.B.I.
tinggallah sianak sendiri.
si anak bertemu dengan seorang anak lelaki yang membantunya, menyelamatkannya.
yah, kemudian mereka berpetualang demi menyelamatkan orang tua si anak.
memang, terkesan kekanak2kan, tapi saya ga bohong. film ini bagus sekali!
nama si anak perempuan itu chihiro.
nama si anak laki2 itu haku.
selama didunia arwah itu,
haku selalu menolong chihiro.
dan berkat bantuan haku pula chihiro dan orang tuanya berhasil kembali ke dunia nyata.
tapi,
yang membuat saya resah gelisah adalah ending dari film tersebut.
chihiro meninggalkan haku.
ia dan orang tuanya kembali kedunia nyata.
sedangkan haku tetap tinggal.
terperangkap.
entahlah,
saya begitu terganggu, sampai2 saya nangis dan marah2 dengan endingnya.
saya kesal dengan Hayao Miyazaki sutradara sekaligus penulis cerita tersebut.
kenapa chihiro tega meninggalkan haru?
kenapa Hayao Miyazaki tega membuat film yang endingnya seperti itu?
hidup telah cukup penuh dengan ending yang menyedihkan.
seharusnya, setidaknya,
dalam film bisa ada ending yang bahagia.
setelah bersusah payah mempertaruhkan nyawa menolong chihiro.
haku tetap saja ditinggalkan.
sendirian.
bahkan dalam film kartun pun harus ada ketidakadilan seperti ini.
well, that's just me
ya, saya tau, saya kampungan.
saya baru nonton sekarang.
jadi,
film ini bagus sekali.
film kartun memang.
tapi bagus.
ceritanya,
intinya,
tentang sebuah keluarga yg terdiri dari ayah, ibu dan anak yang tersesat didunia arwah.
si ayah dan si ibu memakan makanan disana dengan rakusnya, sehingga mereka disihir menjadi sepasang babi oleh penyihir penguasa dunia itu. iya, B.A.B.I.
tinggallah sianak sendiri.
si anak bertemu dengan seorang anak lelaki yang membantunya, menyelamatkannya.
yah, kemudian mereka berpetualang demi menyelamatkan orang tua si anak.
memang, terkesan kekanak2kan, tapi saya ga bohong. film ini bagus sekali!
nama si anak perempuan itu chihiro.
nama si anak laki2 itu haku.
selama didunia arwah itu,
haku selalu menolong chihiro.
dan berkat bantuan haku pula chihiro dan orang tuanya berhasil kembali ke dunia nyata.
tapi,
yang membuat saya resah gelisah adalah ending dari film tersebut.
chihiro meninggalkan haku.
ia dan orang tuanya kembali kedunia nyata.
sedangkan haku tetap tinggal.
terperangkap.
entahlah,
saya begitu terganggu, sampai2 saya nangis dan marah2 dengan endingnya.
saya kesal dengan Hayao Miyazaki sutradara sekaligus penulis cerita tersebut.
kenapa chihiro tega meninggalkan haru?
kenapa Hayao Miyazaki tega membuat film yang endingnya seperti itu?
hidup telah cukup penuh dengan ending yang menyedihkan.
seharusnya, setidaknya,
dalam film bisa ada ending yang bahagia.
setelah bersusah payah mempertaruhkan nyawa menolong chihiro.
haku tetap saja ditinggalkan.
sendirian.
bahkan dalam film kartun pun harus ada ketidakadilan seperti ini.
well, that's just me
Kamis, 29 Juli 2010
rain
people always says,
"i hate rain"
"i don't want rain"
or
"i wish the rain will stop soon"
has it ever occured in our mind,
that maybe, rain doesn't want us either.
or perhaps rain is a friend of land.
one day, land said to rain,
" i'm so tired. i wish these people could stop stepping on me"
and rain granted land's wish by pouring water to land.
people who don't want to be wet, hide.
and wait until the rain stop.
so land can have a break.
(well, at least it works until some genius invented umbrella and car)
or,
maybe,
just maybe.
rain hate us as much as we do.
well, that's just me.
"i hate rain"
"i don't want rain"
or
"i wish the rain will stop soon"
has it ever occured in our mind,
that maybe, rain doesn't want us either.
or perhaps rain is a friend of land.
one day, land said to rain,
" i'm so tired. i wish these people could stop stepping on me"
and rain granted land's wish by pouring water to land.
people who don't want to be wet, hide.
and wait until the rain stop.
so land can have a break.
(well, at least it works until some genius invented umbrella and car)
or,
maybe,
just maybe.
rain hate us as much as we do.
well, that's just me.
Senin, 26 Juli 2010
jadi,
saya teringat.
ada sebuah film dijaman dahulu kala.
tentang seorang lelaki yang punya penyakit paranoid yang parah.
ia hidup sendiri.
ia tidak berani keluar rumah.
baginya tempat yang paling aman adalah rumahnya.
ia memesan makanan lewat delivery, ia membeli kebutuhan sehari-harinya juga lewat delivery.
ia hanya berteman lewat internet.
hidupnya benar-benar terisolasi karena paranoidnya.
ia begitu paranoid,
dimatany, bila ia keluar rumah ada seribu satu hal yang dapat membunuhnya.
kecelakaan, monster, pembunuhan, asteroid yang tiba-tiba menabrak bumi, gempa, semuanya bisa membunuhnya.
ia begitu takut mati.
tapi, suatu hari.
kalau tidak salah, karena teman di internetnya yang adalah seorang perempuan terancam bahaya.
ia begitu menyayangi temannya ini.
ia takut temannya ini mati.
ia ingin menyelamatkannya.
tapi ia juga takut mati bila keluar rumahnya.
lama ia bergumul dengan pro kontra dalam piirannya.
hingga akhirnya ia memutuskan dengan berat hati untuk keluar rumah demi menyelamatkan temannya ini.
ternyata, sangking paranoidnya dia, begitu ia melangkahkan kaki keluar rumah, ia melihat seribu satu hal yang bisa membunuhnya.
satu persatu menyerangnya.
penyakit paranoisnya membuat ia meliat hal-hal yang tidak nyata.
ia seperti orang gila dimata orang lain yang melihatnya.
ia berlari,
ia menghindar,
ia meneriaki,
sesuatu yang tidak nyata dan hanya ada dipikirannya.
tapi ia tetap ngotot menyelamatkan temannya itu.
sayangnya rumah temannya itu jauh.
dan akhir ceritanya.
si lelaki paranoid itu mati.
kalau tidak salah, tertabrak mobil ketika berlari menghindari seorang pembunuh yang ingin membunuhnya yang tentu saja tidak nyata.
apa yang bisa dipetik dari film tersebut?
bahwa terlalu paranoid itu tidak baik?
tapi pada akhirnya si lelaki itu memang mati karena salah satu hal yang ia takutkan.
ya, memang ga penting.
terimakasih.
saya teringat.
ada sebuah film dijaman dahulu kala.
tentang seorang lelaki yang punya penyakit paranoid yang parah.
ia hidup sendiri.
ia tidak berani keluar rumah.
baginya tempat yang paling aman adalah rumahnya.
ia memesan makanan lewat delivery, ia membeli kebutuhan sehari-harinya juga lewat delivery.
ia hanya berteman lewat internet.
hidupnya benar-benar terisolasi karena paranoidnya.
ia begitu paranoid,
dimatany, bila ia keluar rumah ada seribu satu hal yang dapat membunuhnya.
kecelakaan, monster, pembunuhan, asteroid yang tiba-tiba menabrak bumi, gempa, semuanya bisa membunuhnya.
ia begitu takut mati.
tapi, suatu hari.
kalau tidak salah, karena teman di internetnya yang adalah seorang perempuan terancam bahaya.
ia begitu menyayangi temannya ini.
ia takut temannya ini mati.
ia ingin menyelamatkannya.
tapi ia juga takut mati bila keluar rumahnya.
lama ia bergumul dengan pro kontra dalam piirannya.
hingga akhirnya ia memutuskan dengan berat hati untuk keluar rumah demi menyelamatkan temannya ini.
ternyata, sangking paranoidnya dia, begitu ia melangkahkan kaki keluar rumah, ia melihat seribu satu hal yang bisa membunuhnya.
satu persatu menyerangnya.
penyakit paranoisnya membuat ia meliat hal-hal yang tidak nyata.
ia seperti orang gila dimata orang lain yang melihatnya.
ia berlari,
ia menghindar,
ia meneriaki,
sesuatu yang tidak nyata dan hanya ada dipikirannya.
tapi ia tetap ngotot menyelamatkan temannya itu.
sayangnya rumah temannya itu jauh.
dan akhir ceritanya.
si lelaki paranoid itu mati.
kalau tidak salah, tertabrak mobil ketika berlari menghindari seorang pembunuh yang ingin membunuhnya yang tentu saja tidak nyata.
apa yang bisa dipetik dari film tersebut?
bahwa terlalu paranoid itu tidak baik?
tapi pada akhirnya si lelaki itu memang mati karena salah satu hal yang ia takutkan.
ya, memang ga penting.
terimakasih.
Jumat, 23 Juli 2010
ternyata cinta cacing
jadi.
dulu,
waktu saya kelas 1 SMP,
saya jatuh cinta dengan kakak senior saya,
dia anak basket,
dia tinggi,
dia lumayan lah.
tapi, yang membuat hati ini tak kuasa adalah matanya.
ia sering sekali mengedipkan matanya.
saya tak jemu-jemu memperhatikan matanya.
hingga saya tau bahwa ia mengedipkan matanya setiap 2 detik.
dan,
beberapa hari yang lalu,
saya baru tahu,
bahwa,
ada cacing yang namanya toxocara canis sejenis cacing gelang yang hidup dalam tubuh manusia.
cacing ini dapat menyebabkan gangguan mata,
dimana orang yang menderita cacingan akan sangat sering mengedipkan matanya.
berarti,
dulu,
saya telah jatuh cinta pada cacing yang ada dalam tubuh kakak senior itu.
dulu,
waktu saya kelas 1 SMP,
saya jatuh cinta dengan kakak senior saya,
dia anak basket,
dia tinggi,
dia lumayan lah.
tapi, yang membuat hati ini tak kuasa adalah matanya.
ia sering sekali mengedipkan matanya.
saya tak jemu-jemu memperhatikan matanya.
hingga saya tau bahwa ia mengedipkan matanya setiap 2 detik.
dan,
beberapa hari yang lalu,
saya baru tahu,
bahwa,
ada cacing yang namanya toxocara canis sejenis cacing gelang yang hidup dalam tubuh manusia.
cacing ini dapat menyebabkan gangguan mata,
dimana orang yang menderita cacingan akan sangat sering mengedipkan matanya.
berarti,
dulu,
saya telah jatuh cinta pada cacing yang ada dalam tubuh kakak senior itu.
teori
semua orang merasa bahwa kejahatan lebih banyak daripada kebaikan.
buktinya,
lebih banyak berita negatif atau berita kejahatan yang ditayangkan di berita daripada berita positif.
kenapa ada lebih banyak orang jahat daripada orang baik dimuka bumi ini jika Tuhan memang adil?
saya punya teori.
Tuhan itu Mahaadil.
Ia pasti menciptakan orang baik dan orang jahat dalam jumlah yang sama.
lalu kenapa ada lebih banyak kejahatan?
karena oh karena,
orang baik punya sifat rendah hati yang berujung pada rendah diri.
orang baik yang benar-benar baik tidak akan sombong dengan kebaikan yang telah ia perbuat.
orang baik yang benar-benar baik tidak akan menyewa wartawan untuk meliput sumbangan ke rumah yatim piatu yang ia lakukan.
orang baik yang benar-benar baik akan malu dengan perbuatan baiknya karena ia merasa yang ia perbuat bukan apa-apa.
jadi,
orang lain tidak tahu kalau ia baik atau telah berbuat baik.
sedangkan,
orang jahat yang benar-benar jahat akan merasa bangga dengan kejahatan yang ia lakukan.
ia akan sangat bangga bila semua orang tau ia jahat sehingga semua orang akan tunduk takut padanya.
ia akan sangat bangga bila ia melakukan kejahatan dan tersiar ditelevisi terutama bila ia tidak tertangkap polisi.
maka begitulah,
orang jahat merasa bangga ia jahat dan berusaha semakin menonjol.
sedangkan,
orang baik begitu rendah hati sehingga jadi rendah diri.
maka terlihat seolah-olah, lebih banyak kejahatan daripada kebaikan dimuka bumi.
well, that's just me
buktinya,
lebih banyak berita negatif atau berita kejahatan yang ditayangkan di berita daripada berita positif.
kenapa ada lebih banyak orang jahat daripada orang baik dimuka bumi ini jika Tuhan memang adil?
saya punya teori.
Tuhan itu Mahaadil.
Ia pasti menciptakan orang baik dan orang jahat dalam jumlah yang sama.
lalu kenapa ada lebih banyak kejahatan?
karena oh karena,
orang baik punya sifat rendah hati yang berujung pada rendah diri.
orang baik yang benar-benar baik tidak akan sombong dengan kebaikan yang telah ia perbuat.
orang baik yang benar-benar baik tidak akan menyewa wartawan untuk meliput sumbangan ke rumah yatim piatu yang ia lakukan.
orang baik yang benar-benar baik akan malu dengan perbuatan baiknya karena ia merasa yang ia perbuat bukan apa-apa.
jadi,
orang lain tidak tahu kalau ia baik atau telah berbuat baik.
sedangkan,
orang jahat yang benar-benar jahat akan merasa bangga dengan kejahatan yang ia lakukan.
ia akan sangat bangga bila semua orang tau ia jahat sehingga semua orang akan tunduk takut padanya.
ia akan sangat bangga bila ia melakukan kejahatan dan tersiar ditelevisi terutama bila ia tidak tertangkap polisi.
maka begitulah,
orang jahat merasa bangga ia jahat dan berusaha semakin menonjol.
sedangkan,
orang baik begitu rendah hati sehingga jadi rendah diri.
maka terlihat seolah-olah, lebih banyak kejahatan daripada kebaikan dimuka bumi.
well, that's just me
Kamis, 22 Juli 2010
saya dan ayah
saya punya abang, nama abang saya Deno.
saya punya kakak, nama kakak saya Dini.
sedangkan nama saya Windy.
berkat perbedaan nama tersebut, abang dan kakak sering bilang,
"kau itu anak pungut. buktinya nama kau beda sendiri"
saudara-saudara juga sering bilang,
"kok nama windy beda sendiri ya? kenapa ga Dina atau apa kek? jangan-jangan windy bukan anak ayah?hahahaha"
selayaknya anak kecil biasa yang belum mengerti apa-apa, perkataan-perkataan itu jadi pikiran saya. mungkin waktu kecil uban pernah tumbuh dikepala saya karena saya banyak memikirkan perkataan saudara-saudara saya.
belakangan (bertahun-tahun kemudian (bayangkan ada berapa helai uban dikepala saya!)) saya menyadari, saya dan ayah punya banyak kesamaan.
antara lain :
saya dan ayah sama-sama berkulit coklat kehitam-hitaman.
saya dan ayah sama-sama suka sok tau.
saya dan ayah sama-sama tidak suka menunggu kalau sedang lapar.
saya dan ayah sama-sama suka beli barang yang sebenarnya tidak berguna.
saya dan ayah sama-sama suka lagu Boyzone.
saya dan ayah sama-sama suka nonton TV sambil nganga.
saya dan ayah sama-sama kalau ketawa suaranya bisa kedengeran sampe RT sebelah.
saya dan ayah sama-sama tempramen dan melampiaskan kemarahan sama siapa aja walaupun sebenarnya orang itu ga salah.
saya dan ayah sama-sama gampang masuk angin.
saya dan ayah sama-sama ga suka disuntik.
saya dan ayah sama-sama suka garing kalau sedang bercanda, kalau saya dan ayah sedang bercanda kami bisa bikin pabrik kerupuk.
saya dan ayah sama-sama suka kue putu, biarpun ayah ga pernah menjelajahi jalan picung demi kue putu.
saya dan ayah sama-sama bisa tidur kapan aja dan dalam posisi apa saja.
tapi,
saya dan ayah juga punya banyak perbedan.
kalau tidur ayah ngorok kencang sekali, sampe mama harus pingsan dulu baru bisa tidur disamping ayah, sedangkan saya tidak.
menurut ayah, perempuan merokok itu rendahan, sedangkan menurut saya, perempuan merokok itu keren, biarpun saya bukan perokok.
ayah suka band zivilia, sedangkan saya tidak.
ayah punya sifat pemberani, sedangkan saya tidak.
kalau ayah sudah mengambil keputusan, tidak ada orang yang boleh komentar apalagi tidak setuju, sedangkan saya selalu ingin berpendapat.
saya dan ayah ternyata punya banyak perbedaan.
tapi satu persamaan saya dengan ayah yang membuat semua perbedaan jadi tak berarti, yaitu:
ayah sayang saya dan saya sayang ayah.
benarkan,yah?
saya punya kakak, nama kakak saya Dini.
sedangkan nama saya Windy.
berkat perbedaan nama tersebut, abang dan kakak sering bilang,
"kau itu anak pungut. buktinya nama kau beda sendiri"
saudara-saudara juga sering bilang,
"kok nama windy beda sendiri ya? kenapa ga Dina atau apa kek? jangan-jangan windy bukan anak ayah?hahahaha"
selayaknya anak kecil biasa yang belum mengerti apa-apa, perkataan-perkataan itu jadi pikiran saya. mungkin waktu kecil uban pernah tumbuh dikepala saya karena saya banyak memikirkan perkataan saudara-saudara saya.
belakangan (bertahun-tahun kemudian (bayangkan ada berapa helai uban dikepala saya!)) saya menyadari, saya dan ayah punya banyak kesamaan.
antara lain :
saya dan ayah sama-sama berkulit coklat kehitam-hitaman.
saya dan ayah sama-sama suka sok tau.
saya dan ayah sama-sama tidak suka menunggu kalau sedang lapar.
saya dan ayah sama-sama suka beli barang yang sebenarnya tidak berguna.
saya dan ayah sama-sama suka lagu Boyzone.
saya dan ayah sama-sama suka nonton TV sambil nganga.
saya dan ayah sama-sama kalau ketawa suaranya bisa kedengeran sampe RT sebelah.
saya dan ayah sama-sama tempramen dan melampiaskan kemarahan sama siapa aja walaupun sebenarnya orang itu ga salah.
saya dan ayah sama-sama gampang masuk angin.
saya dan ayah sama-sama ga suka disuntik.
saya dan ayah sama-sama suka garing kalau sedang bercanda, kalau saya dan ayah sedang bercanda kami bisa bikin pabrik kerupuk.
saya dan ayah sama-sama suka kue putu, biarpun ayah ga pernah menjelajahi jalan picung demi kue putu.
saya dan ayah sama-sama bisa tidur kapan aja dan dalam posisi apa saja.
tapi,
saya dan ayah juga punya banyak perbedan.
kalau tidur ayah ngorok kencang sekali, sampe mama harus pingsan dulu baru bisa tidur disamping ayah, sedangkan saya tidak.
menurut ayah, perempuan merokok itu rendahan, sedangkan menurut saya, perempuan merokok itu keren, biarpun saya bukan perokok.
ayah suka band zivilia, sedangkan saya tidak.
ayah punya sifat pemberani, sedangkan saya tidak.
kalau ayah sudah mengambil keputusan, tidak ada orang yang boleh komentar apalagi tidak setuju, sedangkan saya selalu ingin berpendapat.
saya dan ayah ternyata punya banyak perbedaan.
tapi satu persamaan saya dengan ayah yang membuat semua perbedaan jadi tak berarti, yaitu:
ayah sayang saya dan saya sayang ayah.
benarkan,yah?
Langganan:
Postingan (Atom)